Lala's Wife Activities

 

Hallo, nama saya Arie. Ini adalah postingan pertama saya. Seperti nama blog saya, Lala’s wife dalam bahasa Indonesia artinya Istri Lala, karena Suami saya bernama Lala. Saya membuat blog ini dengan tujuan untuk share tentang kehidupan sehari-hari sebagai seorang Ibu Rumah tangga biasa, sebagai seorang ibu 3 anak, sebagai alumni mahasiswa FKIP Bahasa Inggris, sebagai seorang istri yang pernah merasakan menjadi wanita karir dan istri yang berusaha membantu perekonomian keluarga berbekal kemampuan seadanya.

Saya pernah menjadi wanita karir selama lebih dari 12 tahun, dari saya single sampai anak 3, baru saya merasa harus resign. Meskipun tujuan hidup saya masih banyak yang belum ter-realisaikan, saya masih berusaha membantu pemasukan dengan mencoba mencari pekerjaan baru. Sampai di bulan ke-2 setelah saya resign, saya merasa berada di level terlupakan. Saya merasa menjadi ibu rumah tangga tanpa gaji, mengandalkan pendapatan suami dari bekerja bengkel orang. Seperti memohon hujan di hari kemarau. Kemarau berbulan-bulan, dengan hujan sehari tapi tanah pun tak basah. 

Tapi saya selalu yakin akan rejeki yang Allah rencanakan untuk saya sangat indah, sehingga Allah masih belum menyempurnakannya sampai hari ini saya posting. Semua uang penggantian hak sudah saya habiskan untuk membayar semua hutang, healing bersama keluarga ke Ibu kota propinsi. Hanya tinggal untuk membayar kebutuhan 6 bulan kedepan jika mengandalkan gaji suami untuk makan saja saya rasa cukup. Tapi rencana Allah kadang tak terduga, sudah 2 minggu ini suami saya di berhentikan dari tempat kerjanya. Ini sangat mengganggu saldo atm. Seketika saldo atm menjadi berkurang, yang seharusnya bisa sampai 6 bulan, sekarang tinggal 3 bulan saja.


Musibah demi musibah terjadi. Dari nomor Whatsapp saya di blockir karena pelapor tak bertanggung jawab, handphone hilang sampai anak-anak bergiliran masuk rumah sakit. Terkadang mau marah, marah sama siapa?, mau nangis juga rasa percuma. Positive thinking dengan Allah saja saya rasa tidak cukup untuk menggambarkan perasaan saya. Saya berusaha memperbaiki segala hal. Saya mulai mendaftar kursus online, mencoba membuat usaha cemilan, memperbaiki CV lamaran, mengirim 100 email lamaran dalam 1 hari, berbakti kepada orang tua. Dan mungkin memang ada yang salah dengan rejeki saya saat ini yang belum saya termukan jalannya.

Saya sekarang sedang mencoba peruntungan dengan uang seadanya di atm, semoga ini adalah jalan yang di Ridhoi Allah, Ammiin..

Komentar